Dia Kembali
Dia kembali. Saat muncul notifikasi dari salah satu media sosial dan tertera namanya disana, seketika rasa takut itu muncul lagi. Ingatanku kembali pada kejadian bertahun-tahun lalu yang sudah lama aku coba kubur. Aku takut terluka lagi. Aku takut mengalami kehancuran lagi. Aku takut apa yang sudah aku jalani hingga saat ini kembali seperti beberapa tahun lalu saat ada dia. Aku sudah tau pasti kalau dia membawa dampak buruk. Tapi sebenarnya, aku lah yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas diriku. Dia kembali, bagiku dia tetap menjadi orang yang sama. Orang yang selalu membuat keributan. Orang yang bertindak sesuai keinginannya. Dia tidak benar-benar berubah. Aku bisa berkata demikian bukan tanpa alasan. Aku bersama dengan dia selama enam tahun dengan drama 3 tahun kebersamaan dan 3 tahun drama pasca berpisah. Kejadiannya selalu berulang. Membuat aku merasa terbuang. Membuat aku semakin membenci dan merasa diri ini tidak berguna. Membuatku selalu bertanya apa kekurang...