Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Dia Kembali

​Dia kembali. Saat muncul notifikasi dari salah satu media sosial dan tertera namanya disana, seketika rasa takut itu muncul lagi. Ingatanku kembali pada kejadian bertahun-tahun lalu yang sudah lama aku coba kubur. Aku takut terluka lagi. Aku takut mengalami kehancuran lagi. Aku takut apa yang sudah aku jalani hingga saat ini kembali seperti beberapa tahun lalu saat ada dia. Aku sudah tau pasti kalau dia membawa dampak buruk. Tapi sebenarnya, aku lah yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas diriku. Dia kembali, bagiku dia tetap menjadi orang yang sama. Orang yang selalu membuat keributan. Orang yang bertindak sesuai keinginannya. Dia tidak benar-benar berubah. Aku bisa berkata demikian bukan tanpa alasan. Aku bersama dengan dia selama enam tahun dengan drama 3 tahun kebersamaan dan 3 tahun drama pasca berpisah. Kejadiannya selalu berulang. Membuat aku merasa terbuang. Membuat aku semakin membenci dan merasa diri ini tidak berguna. Membuatku selalu bertanya apa kekurang...

Cerita Senja

​Aku bertanya, apakah aku sendiri? Apakah hanya aku yang mengalami kekosongan? Apakah hanya aku yang merasa sakit hingga puncaknya sudah kehilangan rasa itu? Apakah hanya aku yang selalu ditinggalkan? Apakah ada pria yang merasakan hal sama sepertiku?  Pertanyaan itu selalu muncul di setiap saat. Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab pertanyaanku, sampai akhirnya di suatu senja aku bertemu dengan dua orang pria yang tengah berdiri di depan gedung kantor sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya. Keberadaan mereka tepat di belakang aku berdiri. Aku tidak bermaksud mendengarkan pembicaraan mereka, namun karena  jarakku berdiri tidak jauh dari mereka, jadi aku  bisa mendengar semua perbincangan mereka. “Pernah merasakan kehampaan? Kosong saja. Pagi bangun tidur, siap-siap ke kantor, kerja, pulang, tidur dan selalu berulang” -tanya salah satu pria kepada kawannya.  “Masih sakit ya karena dia?” - lawan bicaranya kembali melontarkan pertanyaan.  “Tidak. Sudah t...

Izinkan aku sembuh

​Kadang aku ingin berhenti. Kadang aku ingin berlari. Entah apa yang membuatku ingin mengejar sesuatu dan entah apa yang membuatku ingin berhenti mengejarnya. Banyak hal yang menjadi pertanyaan, tapi tidak bisa menemukan jawaban. Banyak hal yang harus diselesaikan, tapi terasa berat untuk mengerjakan. Mungkin banyak orang yang melihat aku terlalu santai dan pemalas, tapi sebenarnya aku adalah orang yang paling kewalahan dengan semuanya. Termasuk perihal diri sendiri.  Aku terlalu lelah. Jika aku bisa mengungkapkan rasa lelahku, mungkin tidak bisa digambarkan lagi melalui tulisan atau lukisan. Aku tahu, aku bukanlah satu-satunya yang merasa lelah menjalani hidup. Bukan satu-satunya yang merasa berat bermain peran di dunia ini.  Tapi rasanya, ini titik puncakku untuk menyerah. Pekerjaan atau kegiatan yang bisa aku jadikan pelarian selama bertahun-tahun. Kini sudah tidak bisa lagi menjadi tempatku untuk pulang.  Banyak pencapaian yang aku inginkan, tapi aku sudah tidak sangg...