Sebuah Perjalanan
Hari pertama perjalananku melepaskanmu, aku menangis, aku marah, aku kecewa. Hari kedua perjalananku melepaskanmu, aku masih mencari alasan dari setiap kejadian. Hari ketiga perjalananku melepaskanmu, aku tersadar. Aku menemukan jawaban. Aku bukan tujuan. Ketika kamu selalu berkata, "aku ingin pulang" . Ketika kamu selalu berkata, "sabar, aku akan segera pulang" . Ketika kamu selalu berkata, "sabar, tunggu aku pulang" . Bagiku, itu sebuah permohonan darimu yang terdalam. Bagiku, itu sebuah harapan yang akan segera menjadi kenyataan. Bagimu, itu hanya sebuah candaan. Bagimu, itu hanya sebuah permainan dalam perjalanan sebelum kamu sampai di tujuan. Hari keempat perjalananku melepaskanmu, keyakinanku bertambah, kalau kamu memang akan segera pulang. Tapi bukan aku, sebagai tempat tujuanmu pulang. Hari kelima perjalananku melepaskanmu, aku melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan olehmu. Bermain bersama teman, untuk menutupi berbagai perasaan dan mel...