Pertemuan Kita
Pertemuan Pertama Aku, mengenalmu sebelas tahun silam. Pertemuan pertama yang mungkin tidak sesuai rencana. Pertemuan pertama yang terkesan menyakitkan. Pertemuan pertama untuk sebuah perpisahan. Sembilan tahun silam, aku semakin takut kehilangan seorang teman sepertimu. Aku tak yakin perasaan apa ini. Tapi yang ku tau, aku senang berada di dekatmu. Aku merasa aman di sekitarmu. Aku merasa nyaman bersamamu. Aku menjadi diriku sendiri. Aku mengerti apa yang aku mau, aku mengerti apa yang harus ku tinggalkan. Aku, merasa utuh. Aku bisa memperlihatkan sisi lemahku. Aku bisa memperlihatkan sisi terburukku. Aku bisa menunjukkan sisi terbaikku tanpa takut adanya persaingan. Karena aku percaya. Apapun itu, kita bisa saling mengimbangi. Bagaimapun itu, kita bisa saling memberikan dukungan. Kita bisa saling menasehati. Kita bisa saling memberi. Kita bisa saling bebas berpendapat. Kita bisa saling memperbaiki. Kita bisa saling melengkapi. Aku sudah memiliki impian bersama...