Izinkan aku sembuh

​Kadang aku ingin berhenti.

Kadang aku ingin berlari.

Entah apa yang membuatku ingin mengejar sesuatu dan entah apa yang membuatku ingin berhenti mengejarnya.

Banyak hal yang menjadi pertanyaan, tapi tidak bisa menemukan jawaban.

Banyak hal yang harus diselesaikan, tapi terasa berat untuk mengerjakan.

Mungkin banyak orang yang melihat aku terlalu santai dan pemalas, tapi sebenarnya aku adalah orang yang paling kewalahan dengan semuanya.

Termasuk perihal diri sendiri. 

Aku terlalu lelah.

Jika aku bisa mengungkapkan rasa lelahku, mungkin tidak bisa digambarkan lagi melalui tulisan atau lukisan.

Aku tahu, aku bukanlah satu-satunya yang merasa lelah menjalani hidup. Bukan satu-satunya yang merasa berat bermain peran di dunia ini. 

Tapi rasanya, ini titik puncakku untuk menyerah.

Pekerjaan atau kegiatan yang bisa aku jadikan pelarian selama bertahun-tahun. Kini sudah tidak bisa lagi menjadi tempatku untuk pulang. 

Banyak pencapaian yang aku inginkan, tapi aku sudah tidak sanggup lagi untuk mengejarnya.

Disaat seperti ini, bukan kalimat penenang yang aku dengarkan, justru kata-kata cacian, tuduhan, dan kata-kata negatif lainnya yang aku dapatkan.

Kegagalan, pemalas, mengecewakan, bertindak sesuai keinginan sendiri, tidak memikirkan orang lain, tidak peduli, tidak mengerti orang lain.

Mungkin disaat seperti ini aku tetap harus memikirkan semuanya, tapi bagaimana bisa aku memikirkan dan peduli orang lain sementara aku saja tidak kuasa terhadap diri sendiri?

Mungkin aku terlihat mengasihani diri sendiri terus atau berlagak seperti korban. Tapi untuk kali ini saja, aku memang ingin memanjakan diri sendiri. Aku ingin ia merasakan lelah dan beristirahat dengan baik. Aku ingin ia benar-benar pulih dari segala lukanya. Aku ingin ia benar-benar kembali ceria dan menerima segala nya. Bukan hanya berlari dan menghindar.

Untuk kali ini, izinkan aku menyembuhkan diri sendiri. Untuk kali ini, izinkan aku untuk bersikap egois dan bersikap acuh pada hal lain. Untuk kali ini, izinkan aku untuk membenahi diri sendiri agar bisa terus melanjutkan perjalananku bersama kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Kita Seorang Manusia

Untuk Apa?

Coretan Biru