Postingan

Kehilangan

​Kehilangan… Sudah kesekian kali terjadi.. Aku yang paling benci tentang perpisahan, harus mengalaminya berulang kali… Kehilangan… Harus dengan cara apalagi ini terjadi? Kekasih, pertemanan, rekan kerja, semua hilang. Pertemuan itu berakhir… Melanjutkan kisahnya masing-masing. Kehilangan… Sebuah makna yang mendalam.. Sulit untuk menerima.. Pelajaran yang paling harus dilakukan. Pengulangan..  Jika memang tidak pernah bisa menerima kehilangan..  Mencoba mencari makna dari kehilangan.. Mencoba mencerna tujuan di dalamnya.. Menelaah dari segala sisi.. Jawaban yang tidak pernah menepi.. Akhirnya, realita membuatnya tersadar. Kehilangan dan keikhlasan adalah satu. Persatuan yang tidak pernah dinanti tapi pasti terjadi.. Kehilangan yang mendalam.. Keikhlasan yang teramat sulit.. Memaksa diri harus berucap, Terima kasih, atas segala kehilangan.

PERMAINAN

​Kehidupan sejatinya membawa kita dalam sebuah tujuan.  Namun, apakah akhir dari sebuah tujuan?  Akankah kita mencapai tujuan? Sebanyak apa langkah yang harus kita tempuh untuk menghampiri sebuah tujuan? Pencarian yang tak kenal waktu. Percobaan yang tiada henti. Membawa perjalanan kedalam sebuah permainan. Naik turun bahkan penuh liku.  Dinamika kehidupan terasa terhenti. Menanti sebuah penyelesaian. Akankah ini berujung? Akankah permainan ini berakhir? Akankah ini menjadi awal baru bagi sebuah permainan? Permainan yang memakan waktu. Dimulai tanpa isyarat. Memaksa kehendak untuk tetap mengikuti. Lantas, dimanakah permainan ini bermuara? Lantas, masih bolehkah aku mengucap tanya? Lantas, pantaskah aku untuk meminta? Berakhirnya permainan. Penuh dengan kemenangan. Berakhir dengan sebuah kebahagiaan. Berujung pada persatuan.  

Tentang Rasa

 Hai.. Gimana kabar kamu hari ini? Aku tentunya merasa tidak baik. Masih sama seperti yang lalu. Kali ini aku kembali merasakan aku tidak berguna. Aku tau semuanya tidak harus selalu bisa kan? Tapi aku benar-benar merasa tidak bisa melakukan apapun. Aku sama sekali merasa tidak memiliki nilai. Aku hanya melakukan kesalahan. Aku hanya bekerja dengan seadanya. Semakin hari semakin lama aku mengerjakan sesuatu. Semakin lama dan aku semakin merasa tertinggal sendirian. Aku merasa aku ditinggalkan atau aku dijauhi karena aku memang tidak bisa melakukan apapun. Tapi, sebenarnya aku bisa melakukan apa yang aku mau. Hanya saja, kemauan aku selalu berbeda dengan kemauan orang di sekitarku. Mereka mematok satu nilai yang di rasa terbaik untuk mereka. Mereka aplikasikan sama rata untuk setiap orang. Aku, hanya aku yang tidak bisa mengikuti standar itu. Jadi, aku merasa tertinggal. Sebenernya, wajar kan kalau aku merasa tertinggal? Sekeras apapun aku berusaha, bahkan selalu dirasa ku...

Satu yang Ku Temui

Aku selalu bertanya pada ketidakpastian yang ada. Menurutku, semua hanya menyakitkan. Tapi katanya, ini hanya sebuah awal. Awal yang menyakitkan, mungkin akan ada hal indah di akhirnya. Tapi, kapan akhir itu akan tiba?  Aku selalu bertanya, mengapa harus aku? Apalagi ini? Apa kekuranganku? Apa yang harus dilakukan? Apa harus seperti ini? Apa tidak ada jalan lain?  Aku selalu berkata, aku ingin menyerah. Aku ingin marah. Bahkan aku ingin menghilang. Nyata nya, aku hanya tidak siap atas semuanya. Aku hanya bersiap untuk sebuah kejadian yang aku inginkan. Aku hanya bersiap atas segala hal yang bagiku menyenangkan. Nyatanya, segala hal tidak bisa terjadi sesuai keinginan kita saja. Nyatanya, segala hal tidak bisa kita kontrol dan harus berjalan sesuai harapan kita. Saat itu, aku mulai mengerti.. Amarahku, kebencianku bahkan mungkin kepergianku… Tidak membuat semua nya kembali.. Perjalananku saat ini, jalan yang sudah aku lewati selama belasan tahun, tidak akan berubah begitu saja....

Lintas

Waktu yang terus maju... Seakan tidak peduli seberapa berat masa itu.. Seakan semua dipaksa harus  mengikutinya... Sekeras apapun upaya untuk menghentikannya,  semua tidak akan berhenti. Semua tetap berputar pada porosnya. Berfokus pada peran yang sudah dimiliki. Bertahan pada situasi dan kondisi. Melanjutkan perjalanannya.. Melewati berbagai cara... Saat semua terombang-ambing dengan ketidakpastian... Saat semua menyatu untuk sebuah penghakiman... Saat tidak ada yang bisa lagi digenggam... Namun tidak ada pula yang bisa dilepaskan... Kenyataan yang tidak bisa ditolak.. Pertanyaan yang sudah mutlak jawabannya... Bahkan mungkin pertanyaan sudah ditiadakan. Semua hanya pernyataan. Tidak memiliki pilihan... Mungkin saat-saat seperti ini, harapan adalah salah satu cara bertahan... Namun bagaimana jika sudah tidak ada harapan? Apa lagi alasan bertahan? Lalu bagaimana jika sudah tidak ada tujuan? Apa masih ada alasan untuk melanjutkan? Lalu jika semua sudah tiada, siapa lagi yang bi...

KEMBALI

Hai, aku kembali. Semakin hari semakin melelahkan, ya.. Semakin hari semakin ingin menghilang.. Terkadang, terasa seperti tidak ada yang menginginkan kehadiranku. Terkadang, terasa seperti tidak ada yang membutuhkan hidupku. Terkadang, terasa seperti tidak ada yang merindukan kepergianku. Terkadang, terasa seperti tidak ada yang mengerti keadaanku. Tapi, aku sadar. Kehidupan ini milikku. Aku yang bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Jika bukan aku yang membutuhkan, lalu siapa lagi yang akan membutuhkan aku? Jika bukan aku yang merindukan, lalu adakah orang lain yang akan merindukanku? Hei, aku kembali. Terkadang, dengan cara melihatmu membuat aku lebih tenang. Terkadang, dengan cara mengingatmu aku merasa membaik. Terkadang, dengan berharap bisa kembali ke masa itu membuatku merasa tidak sendiri. Tapi kali ini... Saat aku melihatmu, itu membuat kesedihanku terasa lebih dalam. Saat aku mengingatmu, itu membuat rasa kehilangan jauh lebih menyakitkan. Tapi kali ini...

Sebuah Penghargaan

Penghargaan untuk diri sendiri. Memaafkan diri sendiri. Menerima diri sendiri. Memperbaiki diri sendiri. Mencintai diri sendiri.   Bertumpu pada diri sendiri. Berjuang dengan diri sendiri. Berharap pada diri sendiri. Bertahan untuk diri sendiri.   Pengahargaan untuk diri sendiri.   Karena diri ini layak mendapatkan hal baik. Karena diri ini layak bertemu dengan orang baik. Karena diri ini layak untuk menjadi yang terbaik.   Penghargaan untuk diri sendiri.   Terima kasih, Karena diri ini hebat, Karena diri ini kuat, Karena diri ini cepat. Hebat melepaskan, Kuat memaafkan, Cepat menerima pelajaran.   Penghargaan untuk diri sendiri.   Diri ini sudah merasa cukup. Cukup melakukan yang terbaik. Cukup berusaha yang terbaik. Cukup bersabar untuk mendapatkan yang tebaik.