Tentang Rasa

 Hai..

Gimana kabar kamu hari ini? Aku tentunya merasa tidak baik. Masih sama seperti yang lalu.

Kali ini aku kembali merasakan aku tidak berguna. Aku tau semuanya tidak harus selalu bisa kan? Tapi aku benar-benar merasa tidak bisa melakukan apapun. Aku sama sekali merasa tidak memiliki nilai.

Aku hanya melakukan kesalahan. Aku hanya bekerja dengan seadanya. Semakin hari semakin lama aku mengerjakan sesuatu. Semakin lama dan aku semakin merasa tertinggal sendirian.

Aku merasa aku ditinggalkan atau aku dijauhi karena aku memang tidak bisa melakukan apapun. Tapi, sebenarnya aku bisa melakukan apa yang aku mau. Hanya saja, kemauan aku selalu berbeda dengan kemauan orang di sekitarku. Mereka mematok satu nilai yang di rasa terbaik untuk mereka. Mereka aplikasikan sama rata untuk setiap orang. Aku, hanya aku yang tidak bisa mengikuti standar itu. Jadi, aku merasa tertinggal.

Sebenernya, wajar kan kalau aku merasa tertinggal? Sekeras apapun aku berusaha, bahkan selalu dirasa kurang. Dari situ aku semakin sadar, aku memang tidak bisa mengikuti mereka. Aku tidak bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Mungkin harapan mereka, berbeda dengan harapanku. Mungkin target mereka, berbeda dengan targetku. Tapi disini kita semua memaksakan sesuatu.

Aku memaksakan diri untuk bisa sejajar dengan mereka. Aku memaksakan diri untuk bisa memenuhi ekspektasi mereka. Aku terlalu menekan diri sendiri agar bisa melakukannya. Padahal itu yang membuatku semakin lama semakin merasa kehabisan tenaga.

Aku ini bodoh ya? Kalau dipikir ulang, aku selalu mengikuti keinginan mereka. Aku selalu berusaha terlihat lebih unggul dari yang lain agar mereka bisa bangga terhadap aku. Aku senang dan aku merasa puas kalau mereka melihat aku hebat dan bisa memenuhi ekspektasi mereka. Aku senang kalau melihat mereka bisa bahagia dan tertawa karena sebuah keberhasilan dari aku. Tapi nyatanya, semua tidak akan pernah merasa cukup. Bagiku, ini sudah cukup. Tapi tidak bagi mereka. semakin aku bisa memenuhi harapan mereka, semakin banyak harapan lain yang bermunculan. Aku sadar, hal itu yang membuat aku semakin merasa kelelahan.

Lalu, apa yang bisa aku lakukan? Benar-benar berhenti atau tetap menjalankan? Aku sendiri, tidak memiliki alasan cukup kuat untuk berhenti. Bagaimanapun, ini adalah yang aku impikan dulu. Ini adalah harapan orang-orang dan yang aku janjikan ke mereka secara tidak langsung kalau aku bisa memenuhi harapan mereka itu. Aku sadar, ada pola yang harus ku ubah. Tapi bagaimana? Pola apa yang harus ku ubah? Bagaimana aku bisa memulainya?

 

Hai kamu…

Siapapun yang membaca ini, aku harap kalian bisa lebih berbahagia dan memilih apa yang harus kalian lakukan yaa… Apapun harapan yang diberikan orang lain kepadamu, mungkin orang lain seakan lebih bisa melihat sampai mana batas kemampuanmu, tapi aku harap kamu akan lebih mengetahuinya.. Aku harap kamu lebih mengenal dirimu sendiri, batas dirimu, kehebatanmu, kelemahanmu dan apapun tentangmu. Dan aku sangat berharap, kamu bisa menerima segala hal tentang dirimu…

Jangan seperti aku yang hanya bisa terus membenci diri sendiri yaaa…

Karena itu akan menyakitimu lebih jauh lagi... Tapi tenang, aku masih punya cara untuk menyembuhkan diri sendiri... Aku harap, kamu bisa mencegahnya yaa sebelum kesulitan untuk menyembuhkan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Kita Seorang Manusia

Untuk Apa?

Coretan Biru