Andai
Kepergianmu merupakan pukulan terbesar
Aku meminta satu orang yang bisa dijadikan tempat bersandar, tempat ternyaman, tempat teraman
Kehadiranmu bukan harapanku
Kepergianmu juga bukan harapanku
Semua terjadi terlalu cepat
Sementara, aku butuh waktu lebih lama atas kehadiranmu
Andai kehadiranmu masih ada
Akankah kita masih bersama?
Ataukah kamu juga akan pergi seperti yang lainnya?
Akankah kamu bertahan dan bersedia bersamaku?
Ataukah kamu akan hilang dengan segala janji semu?
Andai ragamu masih disini
Akankah dia bersedia mendampingi?
Ataukah justru ada keinginan untuk pergi?
Enam tahun kepergianmu bukan waktu yang sebentar
Bukan pula waktu yang lama
Aku bahkan tidak mengerti apapun
Bagaimana aku harus mengelola dan menerima
Bagaimana aku harus melanjutkan kehidupan
Semua hanya terasa berat bagiku.
Andai kamu masih disini
Akankah kamu mendengarkan sebanyak apapun keluh kesah?
Ataukah kita akan melanjutkan berbagai kisah dengan potret kehidupan yang layak dan indah?
Andai kamu masih denganku, akankah kita saling membahagiakan ataukah kita akan saling menggoreskan luka?
Enam tahun perpisahan itu, masih sangat terasa jelas seperti saat hari pertama aku mendengar kabar kepergianmu.
Mungkinkah dunia ini terlalu buruk untukmu?
Mungkinkah perjalanan disini terlalu menyakitmu?
Karena aku percaya, orang baik sepertimu layak mendapatkan segala hal terbaik dalam hidupnya.
Lalu, bagaimana dengan kelanjutan kisahku tanpamu?
Akankah aku sanggup melewatinya dan memulai kehidupan yang baru?
Ataukah aku lebih sanggup bertahan dalam situasi ini untuk menutupi kehilanganku terhadapmu?
Komentar
Posting Komentar