Kalut
Kali ini aku mengerti, nyatanya tidak semua orang mampu mengakui kesalahan.
Mungkin mereka mampu jika hanya sekedar mengatakan maaf.
Kali ini aku mengerti, banyak hal yang memang hanya bisa kita terima tanpa menuntut.
Penjelasan yang dianggap penting, nyatanya bisa menjadi sekedar perlakuan yang dianggap tidak penting.
Aku tau, segala hal yang sudah menjadi takdir pasti akan terjadi.
Aku tau, saat itu pula aku harus menerima.
Aku bisa saja lari dan menghindar, tapi itu membuatku sangat lelah.
Lalu, bagaimana harus ku bersikap?
Apakah aku sudah benar-benar menerima atau itu hanya sekedar isi pikiranku saja?
Bagaimana aku tau kalau aku sudah bisa mengikhlaskan segalanya?
Sementara, sudah terlalu lama perasaan tidak mengenal emosi selain kosong dan kalut.
Komentar
Posting Komentar