Sebuah Persimpangan

Ada yang bilang hidup ibarat sebuah rumah,

orang-orang datang dan pergi ke rumahmu.

Ada yang betah bertahan, ada yang bertamu sebentar,

bahkan ada yang hanya sampai depan pintu.

 

Lalu pertanyaanku,

Termasuk definisi yang manakah maksud dari kehadiranmu?

Hanya bertamu atau hanya sampai depan pintu?

Tidak, aku rasa untuk sampai depan pintu rumahku saja masih sangat jauh.

Apalagi untuk bertamu.

 

Sejujurnya, sampai depan pintuku atau bertamu,

Bukan urusanku, bukan masalahku.

Aku sebagai pemilik rumah, tidak bisa memaksa siapa yang harus berkunjung,

termasuk kamu.

 

Bagiku, kita hanya sebatas orang asing yang dipertemukan oleh ketidaksengajaan.

Bagiku, kita sekedar melintas dalam persimpangan yang sama,

seakan menuju tempat yang sama.

Berbincang karena keadaan, dan tertawa atas sebuah kejadian.

Setelah itu, kita kembali menjadi orang asing, yang tak pernah saling menyapa.

 

Tapi yang harus kamu tau,

Aku senang pernah melintas di persimpangan yang sama denganmu,

Aku senang pernah berbincang dan tertawa sekilas denganmu,

Aku senang pernah mengira akan berteman denganmu.

Aku senang pernah melewati jalan yang sama denganmu.

Aku senang pernah bertemu seseorang yang penuh dengan keunikan,

Seseorang dengan sosok periang yang dewasa,

Seseorang yang hangat dengan sikap kekanakannya,

Seseorang yang penuh dengan kasih dan kelembutan.

Seseorang yang membuatku merasa aman selama perjalanan.

 

Terlepas dari itu,

Aku mempersilahkan kamu untuk segera pergi,

Bahkan aku mempersilahkan kamu untuk berlari,

agar segera tiba di tujuanmu, sesuai rencanamu.

 

Aku tidak akan mengejarmu, aku tidak akan menunggumu,

Aku tidak akan menyuruhmu berhenti apalagi menghalangi jalanmu.

Mempersilahkanmu pergi adalah caraku berterima kasih atas kebaikanmu.

Mempersilahkan kamu mengejar tujuanmu,

Adalah bentuk rasa syukur-ku,

karena pernah ditakdirkan bertemu denganmu,


meski hanya berada pada sebuah persimpangan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Kita Seorang Manusia

Untuk Apa?

Coretan Biru