Kata Mereka
Entah
mengapa, peralihan dari tahun 2019 ke tahun 2020 terasa sekali konflik antara
batin dan pikiran.
Rasanya,
semua emosi yang sudah ditutup dari tahun-tahun sebelumnya terasa kembali.
Ketakutan
dari masa kecil, kembali muncul karena sebuah peristiwa yang secara langsung
terulang.
Orang-orang toxic yang
sudah dihindari dari tahun-tahun sebelumnya, kembali bertemu.
Seperti
biasa, aku selalu bertahan. Selalu menata kembali pikiran kacauku agar semuanya
kembali membaik. Aku semakin menyibukkan diri pada karir dan pendidikan. Aku
mengambil kegiatan baru untuk memberikan ketenangan pada diri sendiri. Aku
memaksa diriku untuk selalu kuat baik fisik maupun mental. Aku selalu memaksa
tertawa, tersenyum bahkan dalam situasi yang seharusnya pantas untuk aku caci
maki atau untuk aku tangisi bukan untuk mendapat senyuman dari aku. Aku memilih
melakukan itu agar semua terlihat baik-baik saja.
Aku
merasa diriku kuat, sampai akhirnya aku benar-benar sakit secara fisik. Aku
harus melakukan berbagai macam pengobatan, pemeriksaan dan berujung rawat jalan
selama dua bulan berturut-turut.
Sampai
pada suatu kondisi, dimana orang-orang terdekatku mulai angkat bicara.
Kamu
tuh terlalu stres makanya sakitnya kemana-mana. Coba apa yang
dipikirin sampai berdampak seperti itu? Kalau pikiran dan batinmu sehat, kamu
pasti bisa bener-bener sehat. Ya meskipun, banyak faktor yang menyebabkan kamu
sakit. Tapi, dokter juga bilang kan ini salah satu dampak dari gaya hidup
yang nggak sehat.
Perkataan
itu membuat aku berpikir, sebenarnya aku ini kenapa?
Aku
mau sembuh. Apa yang harus ku perbaiki?
Aku
mulai mengurangi kegiatanku, aku mulai memperbanyak makan makanan sehat dan
istirahat.
Aku
berlibur untuk beberapa waktu. Memang secara fisik aku terlihat semakin
membaik. Tapi, ada apa dengan otakku? Ada apa dengan hatiku? Rasanya masih
banyak hal yang belum aku dapatkan jawabannya. Rasanya masih banyak hal yang
belum terselesaikan.
Aku
mencoba untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya aku
sendiri tidak mengetahui apa maksudnya. Aku mencoba mendengarkan kata mereka.
Apa
yang kita mau nggak harus selalu kita
dapetin. Mau sampai kapan kamu sakit-sakitan? Coba deh lebih santai,
coba deh lepasin semuanya. Coba deh sesekali terima aja, nggak usah ngatur, nggak semuanya bisa kita control, coba
deh lebih berserah, biarkan Tuhan dan semesta yang bekerja. Kamu tinggal tunggu
hasilnya. Kamu berdoa, kamu lepasin doa kamu biar semesta yang membantu.
Kamu
tuh jangan jadiin kerja sebagai pelampiasaan buat nutupin kesedihan. Coba deh
tunjukin kalo sedih, tunjukin kalo marah, tunjukin kalo kecewa. Dilepas aja
emosinya, akui kalau kamu lagi nggak baik-baik
aja. Jangan denial seakan-akan
kamu selalu kuat. Coba sesekali jujur dan bilang kalau capek. Bilang kalo gak
kuat.
Bilang
aja, "Tuhan aku capek. Tolong ya istirahat dulu. Istirahat dulu dari
pelajaran-pelajaran berharga yang selama ini diberikan".
Kamu
tuh nggak pernah
bilang nggak kuat. Kamu
tuh nggak pernah bilang
untuk istirahat atau bahkan minta untuk disudahi. Kamu tuh selalu berpikir
kuat, kuat dan kuat. Kamu tuh selalu berpikir kalau ini yang terjadi berarti
aku bisa lewatinnya.
Ya
memang bisa, karena dipaksa untuk bisa menghadapi semua kondisi. Dipaksa
bertahan karena tidak punya pilihan lain.
Tapi
sadar nggak? Kamu itu cuma
nahan, bukan bener-bener menyelesaikan. Kamu hanya berjuang untuk terlihat
kuat, terlihat semua baik-baik saja. tapi dalam diri kamu sendiri? Kamu masih
menyimpan sedih, kecewa, perasaan-perasaan negatif dan bahkan pikiran-pikiran
yang penuh dengan kata seandainya. "seandainya dia masih hidup, seandainya
dia masih disini. seandainya masih bersama, seandainya bisa seperti
rencana". Siapa sih manusia yang mau ditinggal? Nggak ada. coba deh sedih dari
tahun-tahun lalu, di lepasin aja. Tidak ada manusia yang mau ditinggal
meninggal sebenernya. jangankan meninggal, ditinggal karena pasangan memilih
orang lain aja nggak mau, sakit,
sedih apalagi ditinggal meninggal. Tapi ya harus terima.
Kamu harus percaya, kalau Tuhan sudah mengatur semuanya. Tuhan sudah punya
rencana indah buat kamu.
Komentar
Posting Komentar